JAMU DIARE
Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas tentan beberapa resep tradisional Diare. Namun akan saya tambahkan resep diare yang lain, yang saya ambilkan dari berbagai sumber.
![]() |
| Daun serai |
Daun serai tak hanya untuk bumbu masak, namun bisa digunakan juga untuk jamu diare. Caranya:
Serai diambil batangnya yang berwarna putih, lalu iris-iris tipis, rebus dengan segelas air. Tambahkan jahe yang sudah diiris-iris. Tambahkan gula pasir dan garam secukupnya. Jika air tinggal satu gelas, lalu saring, dan minum. Sehari minumlah 2 kali pagi dan sore.
BABAL/ NANGKA SANGAT MUDA/PENTIL NANGKA
Pentil nangka/ nangka yang masih amat sangat muda sekali atau dalam bahasa jawa disebut babal, juga bisa dimanfaatkan untuk jamu diare.
Berikut resepnya:
Babal/nangka muda yang masih kecil diparut atau dipipis, ditambah air masak secangkir, diperas lalu disaring. Ditambah sedikit garam, diminum sehari dua kali pagi dan sore.
LEMPUYANG WANGI DAN LEMPUYANG GAJAH
![]() |
| Lempuyang Wangi |
Cara meramu:
Lempuyang wangi satu jari, kunyit satu jari, daun jambu biji 3-7 lembar, garam secukupnya. Semua bahan direbus dengan air 3 gelas, rebus hingga tinggal 2 gelas. Disaring lalu diminum sehari 3 kali. Pagi, siang dan sore.
Untuk diare yang berlendir: Lempuyang gajah satu ruas, ditambah lempuyang wangi satu jari lalu dibakar dan diparut. Jika sudah diparut, diberi air panas 3cangkir disaring. Sehari minum 3 kali.
.jpg)




Boleh beli bibit lempuyangnya?
BalasHapus