Pages

Rabu, 12 September 2012


JAMU DIARE 

Dalam artikel sebelumnya, telah dibahas tentan beberapa resep tradisional Diare. Namun akan saya tambahkan resep diare yang lain, yang saya ambilkan dari berbagai sumber.

Daun serai
DAUN SERAI
Daun serai tak hanya untuk bumbu masak, namun bisa digunakan juga untuk jamu diare. Caranya:
Serai diambil batangnya yang berwarna putih, lalu iris-iris tipis, rebus dengan segelas air. Tambahkan jahe yang sudah diiris-iris. Tambahkan gula pasir dan garam secukupnya. Jika air tinggal satu gelas, lalu saring, dan minum. Sehari minumlah 2 kali pagi dan sore.



BABAL/ NANGKA SANGAT MUDA/PENTIL NANGKA

Pentil nangka/ nangka yang masih amat sangat muda sekali atau dalam bahasa jawa disebut babal, juga bisa dimanfaatkan untuk jamu diare.
Berikut resepnya:

Babal/nangka muda yang masih kecil diparut atau dipipis, ditambah air masak secangkir, diperas lalu disaring. Ditambah sedikit garam, diminum sehari dua kali pagi dan sore.

LEMPUYANG WANGI DAN LEMPUYANG GAJAH
Lempuyang Wangi
Cara meramu:
Lempuyang wangi satu jari, kunyit satu jari, daun jambu biji 3-7 lembar, garam secukupnya. Semua bahan direbus dengan air 3 gelas, rebus hingga tinggal 2 gelas. Disaring lalu diminum sehari 3 kali. Pagi, siang dan sore.

Lempuyang Gajah
Untuk diare yang berlendir: Lempuyang gajah satu ruas, ditambah lempuyang wangi satu jari lalu dibakar dan diparut. Jika sudah diparut, diberi air panas 3cangkir disaring. Sehari minum 3 kali.




1 komentar:


WELCOME TO BLOG "LADANG TOGA"

Followers

Text

Comments